Waktu adalah uang. Gunakan waktu se efisien mungkin. Itu pelajaran dasar ekonomi. Bagaimanapun waktu adalah aset. Nah, dalam mengelola waktu itulah kita bertemu dengan management approach. Ilmu manajemen sudah kita dapatkan dengan beragam cara dan dari berbagai sumber. Nggak perlu dibahas soal ini. Yang pernah tahu, dasar manajemen paling dasar yang sudah kita kenal adalah POAC (Planning, Organizing, Actuiting, Controlling). Setidaknya dalam memanfaatkan waktu (sumber daya lainnya) kita harus punya perencanaan, terus dari perencanaan itu kita organisasikan tentang kegiatan dan pengawakannya, lantas mulai dilakukan aksi nyatanya alias implementasinya, serta jangan lupa dari semua proses itu harus ada pengawasan melekat ataupun pengawasan dari satu kegiatan ke giatan lainnya. Jadi secara teori, manajemen itu gampang. Kenyataannya? Apalagi kalau manajemen beginian diterapkan pada kegiatan pribadi sendiri, susah ya? Soalnya mau menerapkan kata-kata indah seperti PLAN YOUR DO & DO YOUR PLAN harus perjuangan keras banget.
Jika kita menganalisa bagaimana managemen yang berlaku di rumah sakit/misalnya dengan PDCA saya kira sudah cukup bagus.karna managemen yang di gunakan dalam rumah sakit berbeda dengan managemen yang berlaku dikantor2/di perusahaan biasa.rumah sakit harus mempunyai planning yang tepat,organisasi yang bagus,actuating dan controlling yang pas.karna disini berhubungan langsung dengan masyarakat atau hidup seseorang.jika kepemimpinan itu lengah sedikit/kurang bias mengontrol staf or managemen tersebut maka semuanya tidak akan sukses.tapi pada dasarnya PDCA itu sendiri tergantung siapa yang bertanggung jawab.
Beberapa waktu lalu saya dapat lagi pelajaran tentang manajemen pribadi dari seseorang yang cukup berpengalaman, yaitu PDCA (Plan, Do, Check, Action). Saya pikir-pikir, nggak terlalu berbeda dengan POAC. Cuma ada sedikit perubahan urutan dalam proses yang dijalankan. Intinya masih sama saja. Maka, apapun teori manajemen yang digunakan, menurut saya, kembali kepada pribadi sendiri yang bersangkutan mau mengelola dirinya sendiri secara bener apa nggak. Seringkali saya dapat menemukan seseorang yang punya aset pribadi cukup baik dan lebih dari cukup (waktu dan sumberdaya lainnya) tapi output-nya sangat rendah. Mengapa? Setidaknya ada beberapa alasan,yaitu:
1. Tingkat kepuasan pribadi dalam berprestasi sangat rendah.
2. Kemalasan yang melanda dirinya bersifat permanen/latent.
3. Biasa mencapai sesuatu dengan cara pintas dan cenderung dengan jalan yang nggak prosedural.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar